Kamis, 04 Oktober 2012

Kumpulan Teori


TEORI KLASIK 

Aristoteles mengemukakan, pandangan klasik melihatpolitik sebagai suatu asosiasi warganegara yang berfungsi membicarakan dan menyelengarakan hal ihwal yang menyangkutkebaikan bersama seluruh anggota masyarakat.

Menjelaskan bahwa modernisasi merupakan proses bertahap, dimana masyarakat akan berkembang dari masyarakat tradisional dan berakhir pada tahap masyarakat dengan konsumsi tinggi. Pada masa tradisional hanya mengalami sedikit perubahan sosial, atau mengalami kemandegan sama sekali. Kemudian berlahan-lahan Negara mengalami perubahan dengan adanya kaum usahawan, perluasan pasar, pembangunan industri. Perubahan ini adalah prakondisi untuk mencapai tahap selanjutnya yaitu tahap lepas landas

TEORI KEKUASAAN
Robson mengatakan ilmu politik dipandang sebagai ilmu yanga memusatkan perhatian pada perjuangan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasan.,mempengaruhi pihak lain, ataupun menentang pelaksanaan kekuasaan.Konsep politik sebagai perjuangan mencari dan mempertahankan kekuasaan juga memilikisejumlah kelemahan.

TEORI KELEMBAGAAN
Dalam teori kelembagan memandang politik sebai hal yang berkaitan dengan penyelengaran negara. Dalam hal ini, Max Weber merumuskan negara sebagai komunitasmenusia yang secara sukses memonopoli penggunaan paksaan fisik yang sah dalam wilayahtertentu. Negara dipandang sebagai suatu sumber utama hak untuk menggunakan paksaan fisik yang saha.

TEORI NEOLIBERALISME 
Neoliberalisme atau juga yang dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal yang mengacu pada filosofi ekonomi-politik yang mengurangi atau menolak campur tangan pemerintahandalam ekonomi domestik. Paham ini memfokuskan pada metode pasar bebas, yang sedikit pembatasan terhadap perilaku bisnis dan hak-hak pribadi. Dalam kebijakan luar negeri,neolibaralisme erat kaitannya dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politisi,menggunakan tekanan ekonomi, diplomasi, dan atau invervensi militer. Pembukaan pasar merujuk pada pasar bebas

TEORI FASISME
Mussolini dan Hitler adalah penganut fasisme. Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham fasisme, nasionalismesangat terlihat fanatik dan juga otoriter sangat tercermin.

TEORI FUNGSIONALISME

Dalam fungsionalisme, politik dipandang sebgai kegiatan merumuskan dan melaksanakankebijakan umum. Menyimpang dari pandangan kelembagaan diatas, dewasa ini para ilmuan politik memandang politik dari kaca mata fungsional. Menurut mereka, politik merupakankegiatan para elit politik dalam membuat daan melaksanakan kebijakan umum.Diantara ilmuan politik yang memngunakan kacara fungsional dalam mempelajari gejala politik ialah David Easton dan Harold Lasswell. Easton merumuskan politik sebagai The authoritativeallocation of values for a society atau alokasi nilai0nilai secara otoriatif, berdasran kewenangan,dan jarena itu mengeikat untuk suatumasyarakat. Sementara itu, Lasswell menyimpulkan proses politik sebagai masalah Who gets what, when, how, atau masalah siapa mendapat apa, kapan,dan bagaimana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar