TEORI KLASIK
Aristoteles mengemukakan, pandangan
klasik melihatpolitik sebagai suatu asosiasi warganegara yang berfungsi
membicarakan dan menyelengarakan hal ihwal yang menyangkutkebaikan bersama
seluruh anggota masyarakat.
Menjelaskan
bahwa modernisasi merupakan proses bertahap, dimana masyarakat akan berkembang
dari masyarakat tradisional dan berakhir pada tahap masyarakat dengan konsumsi
tinggi. Pada masa tradisional hanya mengalami sedikit perubahan sosial, atau
mengalami kemandegan sama sekali. Kemudian berlahan-lahan Negara mengalami
perubahan dengan adanya kaum usahawan, perluasan pasar, pembangunan industri.
Perubahan ini adalah prakondisi untuk mencapai tahap selanjutnya yaitu tahap
lepas landas
TEORI
KEKUASAAN
Robson mengatakan ilmu politik dipandang sebagai ilmu yanga memusatkan perhatian pada perjuangan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasan.,mempengaruhi pihak lain, ataupun menentang pelaksanaan kekuasaan.Konsep politik sebagai perjuangan mencari dan mempertahankan kekuasaan juga memilikisejumlah kelemahan.
Robson mengatakan ilmu politik dipandang sebagai ilmu yanga memusatkan perhatian pada perjuangan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan, melaksanakan kekuasan.,mempengaruhi pihak lain, ataupun menentang pelaksanaan kekuasaan.Konsep politik sebagai perjuangan mencari dan mempertahankan kekuasaan juga memilikisejumlah kelemahan.
TEORI
KELEMBAGAAN
Dalam
teori kelembagan memandang politik sebai hal yang berkaitan dengan penyelengaran
negara. Dalam hal ini, Max Weber merumuskan negara sebagai komunitasmenusia
yang secara sukses memonopoli penggunaan paksaan fisik yang sah dalam
wilayahtertentu. Negara dipandang sebagai suatu sumber utama hak untuk
menggunakan paksaan fisik yang saha.
TEORI
NEOLIBERALISME
Neoliberalisme
atau juga yang dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal yang mengacu pada
filosofi ekonomi-politik yang mengurangi atau menolak campur tangan
pemerintahandalam ekonomi domestik. Paham ini memfokuskan pada metode pasar
bebas, yang sedikit pembatasan terhadap perilaku bisnis dan hak-hak
pribadi. Dalam kebijakan luar negeri,neolibaralisme erat kaitannya dengan
pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politisi,menggunakan tekanan
ekonomi, diplomasi, dan atau invervensi militer. Pembukaan pasar merujuk
pada pasar bebas
TEORI FASISME
TEORI FASISME
Mussolini
dan Hitler adalah penganut fasisme. Fasisme merupakan sebuah paham
politik yang mengangungkan kekuasaan absolut tanpa demokrasi. Dalam paham
fasisme, nasionalismesangat terlihat fanatik dan juga otoriter sangat
tercermin.
TEORI FUNGSIONALISME
TEORI FUNGSIONALISME
Dalam fungsionalisme, politik dipandang sebgai kegiatan
merumuskan dan melaksanakankebijakan umum. Menyimpang dari pandangan
kelembagaan diatas, dewasa ini para ilmuan politik memandang politik dari
kaca mata fungsional. Menurut mereka, politik merupakankegiatan para elit
politik dalam membuat daan melaksanakan kebijakan umum.Diantara ilmuan politik
yang memngunakan kacara fungsional dalam mempelajari gejala politik ialah
David Easton dan Harold Lasswell. Easton merumuskan politik sebagai The
authoritativeallocation of values for a society atau alokasi nilai0nilai secara
otoriatif, berdasran kewenangan,dan jarena itu mengeikat untuk suatumasyarakat.
Sementara itu, Lasswell menyimpulkan proses politik sebagai masalah Who
gets what, when, how, atau masalah siapa mendapat apa, kapan,dan bagaimana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar