Sabtu,
09 Juli 2011
A.
Latar Belakang
W. W Rostow adalah seorang ahli ekonomi ,Teori ini berawal
dari artikel Rostow yang dimuat dalam economics journal maret 1956. Dan
kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam bukunya. Teori rostow ini
dikelompokkan kedalam model jenjang linier (linier stages moder).
W.W. Rostow merupakan seorang ekonom Amerika Serikat yang
menjadi Bapak Teori Pembangunan dan Pertumbuhan. Teorinya mempengaruhi model
pembangunan di hampir semua Dunia Ketiga. Pikiran Rostow pada dasarnya
dikembangkan dalam konteks perang dingin serta membendung pengaruh sosialisme.
Itulah makanya, pikiran Rostow pertama dituangkan dalam makalah yang secara
jelas sebagai manifesto non-komunis. Dalam tulisan yang berjudul The Stages
of Economic Growth: A Non-Communist Manifesto, Rostow membentangkan
pandangannya tentang modernisasi yang dianggapnya sebagai cara untuk membendung
semangat sosialisme.
Menurut Rostow proses pembangunan ekonomi bisa dibedakan
kedalam lima tahap. Lima tahap tersebut adalah karakteristik perubahan keadaan
ekonomi, social dan politik yang terjadi.
B.
Pembahasan
Menurut Rostow pembangunan ekonomi atau proses tranformasi
suatu masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern merupakan proses yang
multidimensional. Pembangunan ekonomi bukan berarti hanya perubahan struktur
ekonomi suatu Negara tetapi juga ditunjukan oleh peranan sector pertanian dan
peranan sector industry . menurut rostow pembangunan ekonomi berarti pula
sebagai suatu proses yang menyebabkan antara lain :
1.
Perubahan orientasi organisasi
ekonomi , politik , dan social yang pada mulanya berorientasi kepada
suatu daerah menjadi berorientasi keluar.
2.
Perubahan pandangan masyarakat
menganai jumlah anak dalam keluarga yaitu dari menginginkan banyak anak menjadi
keluarga kecil.
3.
Perubahan dalam kegiatan investasi
masyarakat, dari melakuakn investasi yang tidak produktif (menumpuk emas
, membeli rumah dan sebagainya) menjadi investasi yang produktif.
4.
Perubahan sikap hidup dan adat
istiadat yang terjadi , merangsang pembangunan ekonomi ( misalnya penghargaan
terhadap waktu , penghargaan terhadap prestasi perorangan)
Proses
pembangunan ekonomi menurut W.W Rostow bisa dibedakan dalam 5 tahap, yaitu :
a.
Masyarakat tradisional
Sistem ekonomi yang mendominasi masyarakat tradisional
adalah pertanian, dengan cara-cara bertani yang tradisional. Produktivitas kerja
manusia lebih rendah bila dibandingkan dengan tahapan pertumbuhan berikutnya.
Masyarakat ini dicirikan oleh struktur hirarkis sehingga mobilitas sosial dan
vertikal rendah. Pada masyarakat tradisional ilmu pengetahuan belum begitu
banyak dikuasai , karena masyarakat pada saat itu, masih mempercayai
kepercayaan-kepercayaan tentang kekuatan diluar kekuasaan menusia atau hal gaib
. manusia yang percaya akan hal demikian, tunduk kepada alam dan belum bias
menguasai alam akibatnya produksi sangat terbatas masyarakat tradisioanal itu
cenderung bersifat statis (kemajuan berjalan sangat lamban) produksi dipakai
untuk konsumsi sendiri, tidak ada di investasi. Generasi ke generasi tidak ada
perkembangan , dalam hal ini yaitu antara orangtua dan anaknya, memilki pekerjaan
yang sama dan keduduakn yang sederajat .
Ciri-ciri tahap masyarakat tradisional adalah sebagai
berikut:
1. Fungsi Produksi terbatas,
cara produksi masih primitif, dan tingkat produktifitas masyarakat rendah.
2. Struktur sosial bersifat
hierarkis, yaitu kedudukan masyarakat tidak berbeda dengan nenek moyang mereka.
3. Kegiatan politik dan
pemerintahan di daerah-daerah berada di tangan tuan tanah.
Contoh
: Suku Baduy di Jawa Barat.
Orang Kanekes atau
orang Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Sebutan "Baduy"
merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat
tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya
mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden).
Bahasa yang mereka gunakan adalah Bahasa Sunda dialek
Sunda–Banten. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar
menggunakan Bahasa Indonesia, walaupun mereka tidak mendapatkan pengetahuan
tersebut dari sekolah. Orang Kanekes 'dalam' tidak mengenal budaya tulis.
Menurut kepercayaan yang mereka anut, orang Kanekes mengaku keturunan dari
Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal
usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang
pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga
Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni
dunia.
b. Pra-kondisi tinggal landas
Selama tahapan ini, tingkat investasi menjadi lebih tinggi
dan hal itu memulai sebuah pembangunan yang dinamis. Model perkembangan ini
merupakan hasil revolusi industri. Konsekuensi perubahan ini, yang mencakup
juga pada perkembangan pertanian, yaitu tekanan kerja pada sektor-sektor primer
berlebihan. Sebuah prasyarat untuk pra-kondisi tinggal landas adalah revolusi
industri yang berlangsung dalam satu abad terakhir.
Pembangunan ekonomi menurut Rostow sadalah suatu proses yang
menyebabkan perubahan karekteristik penting suatu masyarakat, misalnya perubahan
keadaan sistem politik, struktur social, system nilai dalam masyarakat dan
struktur ekonominya. Jika perubahan seperti itu terjadi, maka pertumbuhan
ekonomi dapat dikatakan sudah terjadi. Suatu masyarakat yang sudah mencapai
proses pertumbuhan yang demikian sifatnya, dimana pertumbuhan ekonomi sudah
sering terjadi, boleh dianggap sudah berada pada tahap prasyarat tinggal
landas.
Tahap prasyarat tinggal landas ini didefinisikan Rostow
sebagai suatu masa transisi dimana masyarakat mempersiapkan dirinya untuk
mencapai pertumbuhan atas kekuatan sendiri (self-sustainable growth). Menurut
Rostow, pada tahap ini dan sesudhnya pertumbuhan ekonomi akan terjadi secara
otomatis.
Tahap prasyarat tinggal landas ini mempunyai 2 corak.
Pertama adalah tahap prasyarat lepas landas yang dialami oleh Negara Eropa,
Asia, Timur tengah, dan Afrika, dimana tahap ini dicapai dengan perombakann
masyarakat tradisional yang sudah lama ada. Corak yang kedua adalah tahap
prasyarat tinggal landas yang dicapai oleh Negara-negara Born free (menurut
Rostow) seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dimana Negara-negara
tersebut mencapai tahap tinggal landas tanpa harus merombak system masyarakat
yang tradisional. Hal ini disebabkan oleh sifat dari masyarakat Negara-negara
tersebut terdiri dari imigran yang telah mempunyai sifit-sifat yang dibutuhkan
oleh suatu masyarakat untuk tahap prasyarat tinggal landas.
Seperti telah diungkapkan dimuka, Rostow sangat menekankan
perlunya perubahan-perubahan yang multidimensional, karena ia tak yakin akan
kebenaran pandangan yang menyatakan bahwa pembangunan akan dapat dengan mudah
dicipkatan hanya jika jumlah tabungan ditingkatkan. Menurut pendapat tersebut
tingkat tabungan yang tinggi akan mengakibatkan tingkat investasi tinggi pula
sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi yang dicerminkan oleh kenaikan
pendapatan nasional. Namun menurut Rostow pertumbuhan ekonomi hanya akan
tercapai jika diikuti oleh perubahan-perubahan lain dalam masyarakat.
Perubahan-perubahan itulah yang akan memungkinkan terjadinya kenaikan tabungan
dan penggunaan tabungan itu sebaik-baiknya.
Perubahan-perubahan yang dimaksud Rostow misalnya kemampuan
masyarakat untuk menggunakan ilmu pengetahuan modern dan membuat
penemuan-penemuan baru yang bisa menurunkan biaya produksi. Disamping itu harus
ada pula orang-orang yang menggunakan penemuan baru tersebut untuk memodernisir
cara produksi dan harus didukung pula dengan adanya sekelompok masuyarakat yang
menciptakan tabungan dan meminjamkannya kepada wiraswasta, yang inovativ untuk
meningkatkan porduksi dan menaikkan produktivitas. Singkatnya, kenaikan
investasi yang akan menciptakan pembangunan ekonomi yang lebih cepat dari
sebelumnya bukan semata-mata tergantung pada kenaikkan tingkat tabungan, tetapi
juga kepada perubahan radikal dalamsikap masyarakat terhadap ilmu pengetahuan,
perubahan teknik produksi, pengambilan resiko dan sebagainya.
Selain hal-hal diatas, Rostow menekankan pula kenaikan
tingkat investasi hanya mungkin terjadi jika terjsdi perubahan dalam struktur
ekonomi. Kemajuan disektor pertanian, pertambangan dan prasarana harus terjadi
semata-mata dengan proses peningkatan investasi. Pembangunan ekonomi hanya
dimungkinkan oleh adanya kenaikan produktivitas di sector pertanian dan
perkembangan di sector pertambangan.
Menurut Rostow, kemajuan sector pertanian mempunyai peranan
penting dalam masa peralihan sebelum mencapai tahap tinggal landas. Peranan
sector pertanian tersebut antara lain, pertama, kemajuan pertanian menjamin
penyediaan bahan makanan bagi penduduk di pedesaan maupun diperkotaan. Hal ini
menjamin penduduk agar tidak kelaparan dan menghemat devisa kerena import bahan
makanan dapat dihindari. Kedua, kenaikan produktivitas di sector pertanian akan
memperluas pasar dari berbagai kegiatan industri. Kenaikan pendapatan petani
akan memperluas pasar industri barng-barang konsumsi, kenaikan produktivitas
pertanian akan memperluas pasar industri-industri penghasil input pertanian
modern seperti mesin-mesin pertanian dan pupuk kimia, kenaikan pendapatan
disektor pertanian akan menciptakan tabungan yang bias digunakan sector lain
(terutama industri) sehingga bias meningkatkan investasi di sector-sektor lain
tersebut.
Biasanya kondisi pada saat ini terjadi karena adanya campur
tangan dari luar, dari masyarakat yang lebih sudah maju. Masyarakat didalmnya
tidak mampu untuk mengubah dirinya sendiri, atau bukan karena factor internal
dari masyarakat itu sendiri. Dikarenakan adanya goncangan campur tangan dari
luar maka timbullah berkembang ide pembaharuan.
Contoh
:
Seperti yang terjadi di jepang ,dengan di bukanya
masyarakat ini pada saat itu terjadi nya peningkatan tabungan masyarakat
,kemudian tabungan itu dipakai untuk melakukan investasi pada sector-sektor
produktif yang menguntungkan,misalnya pendidikan ,investasi yang dilakukan baik
perorangan maupun oleh Negara , maka terbentuklah Negara tradisional yang
sentralistis . Singkatnya, usaha dalam meningkatkan produksi mulai
bergerak pada saat itu.
c. Tinggal landas (Lepas Landas)
Tahapan ini dicirikan dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis. Karakteristik utama dari pertumbuhan ekonomi ini adalah pertumbuhan dari dalam yang berkelanjutan yang tidak membutuhkan dorongan dari luar. Seperti, industri tekstil di Inggris, beberapa industri dapat mendukung pembangunan. Secara umum “tinggal landas” terjadi dalam dua atau tiga dekade terakhir. Misalnya, di Inggris telah berlangsung sejak pertengahan abad ke-17 atau di Jerman pada akhir abad ke-17.
Pada tahap ini telah tersingkirnya hambatan-hambatan yang
menghalangi pertumbuhan ekonomi, serta tabungan dan investasi yang efektif
meningkat dari 5% menjadi 10 % dari pendapatan nasional atau lebih.
Industry-industripun mulai berkembang dengan sangat pesat keuntungan nya
sebagian besar ditanamkan ke industry yang baru. Dan sector modern dalam
perekonomian pun berkembang.
Pada tahap tinggal landas, pertumbuhan ekonomi selalu
terjadi. Pada awal tahap ini terjadi perubahan yang drastis dalam masyarakat
seperti seperti revolusi politik, terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi,
atau berupa terbukanya pasar baru. Sebagai akibat dari perubahan-perubahan
tersebut secara teratur akan tercipta inovasi-inovasi dan peningkatan
investasi. Investasi yang semakin tinggi ini akan mempercepat laju pertumbuhan
pendapatan nasional dan melebihi tingkat pertumbuhan penduduk. Denga demikian
tingjat pendapatan perkapita semakin besar.
Untuk mengetahui apakah sesuatu negara sudah mencapai tahap
tinggal landas atau belum, Rostow mengemukakan tiga ciri dari masa tinggal
landas yaitu:
1. Berlakunya kenaikan dalam
penanaman modal yang produktif dari 5 persen atau kurang menjadi 10 persen dari
Produk Nasional Netto atau NNP.
2. Berlakunya perkembangan
satu atau beberapa sektor industri dengan tingkat laju perkembangan yang
tinggi.
3. Adanya atau segera
terciptanya suatu rangka dasar politik, sosial, dan kelembagaan yang bisa
menciptakan perkembangan sektor modern dan eksternalitas ekonomi yang bisa
menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus terjadi.
Contohnya :
Teknik-teknik pertanian yang mulai tumbuh dan berkembang.
Pertanian menjadi usaha kormesial untuk mencari keuntungan bukan sekedar
konsumsi sendiri. Karena peningkatan dalam produkfitas pertanian merupakan
sesuatu yang penting dalam proses lepas landas, sebab proses modernisasi
membutuhkan hasil pertanian yang banyak supaya proses perubahan dapat
dijangkau. Teknik penanaman jamur yang telah dikembangkan oleh ahli-ahli dalam
bidang pertanian, agar produksi jamur lebih diminati dan lebih memiliki pasar
yang luas,
Budidaya jamur tiram putih yaitu, proses pengomposan, proses
pembungkusan, proses sterilisasi, teknik penanama bibit (inokulasi),
pemeliharaan dan inkubasi,pembukaan polibek, pemanenan jamur. Budidaya jamur
yang dapat dimakan (edible mushroom) merupakan salah satu cara mengatasi
kekurangan pangan dan gizi serta menganekaragamkan pola komsumsi pangan rakyat.
Dari analisa menunjukkan bahwa kandungan mineral jamur lebih tinggi daripada
gading sapi dan domba, bahkan hampir dua kali lipat jumlah garam mineral dalam
sayuran. Jumlah proteinnya dua kali lipat protein asparagus, kol, kentang dan
empat kali lipat daripada tomat dan wortel serta enam kali lipat dari jeruk.
Selain itu jamur juga mengandung zat besi, tembaga, kalium dan kapur, kaya
vitamin B dan D, sejumlah enzim tripsin yang berperan sangat penting pada
proses pencernaan, kalor dan kolesterolnya rendah.
d. Menuju Kedewasaan
Setelah lepas landas akan terjadi proses kemajuan yang terus
bergerak ke depan, meskipun kadang-kadang terjadi pasang surut. Pendapatan
asional selalu di investasikan kembali sebesar 10% sampai 20%, untuk mengatasi
persoalan pertambahan penduduk.
Kedewasaan pembangunan ditandai oleh investasi yang
terus-menerus antara 40 hingga 60 persen. Dalam tahap ini mulai bermunculan
industri dengan teknologi baru, misalnya industri kimia atau industri listrik.
Ini merupakan konsekuensi dari kemakmuran ekonomi dan sosial. Pada umumnya,
tahapan ini dimulai sekitar 60 tahun setelah tinggal landas. Di Eropa, tahapan
ini berlangsung sejak tahun 1900.
Kedewasaan dimulai ketika perkembangan industry terjadi
tidak saja meliputi teknik-tiknik produksi, tetapi juga dalam aneka barang yang
diproduksi. Yang diproduksikan bukan saja terbatas pada barang konsumsi, tetapi
juga barang modal.
Contoh
:
Industry berkembang dengan pesat, Negara menetapkan
posisinya dalam perekonomian global. Barang-barang yang tadinya di impor
sekarang di produksikan didalam negari, impor baru menjadi kebutuhan, jadi
untuk mengimbangi barang impor maka barang-barang ekspor harus berkualitas.
Misalnya saja ekspor dan impor batik di Indonesia, batik di
indonsia mempunyai potensi dan kualitas yang bagus jika dibandingkan dengan
impor batik yang ada di Indonesia, kebanyakan dari Negara Malaysia dan Negara
Srilanka, jadi ekspor batik Indonesia lebih berkualitas dari impor batik yang
ada di Indonesia.
e. Era konsumsi tinggi
Ini merupakan tahapan terakhir dari lima tahap model
pembangunan Rostow. Pada tahap ini, sebagian besar masyarakat hidup makmur.
Orang-orang yang hidup di masyarakat itu mendapat kemakmuran dan keseberagaman
sekaligus. Menurut Rostow, saat ini masyarakat yang sedang berada dalam tahapan
ini adalah masyarakat Barat atau Utara.
Pada tahap ini perhatian masyarakat sudah lebih menekankan
pada masalah-masalah yang berkaitan dengan konsumsi dan kesejahteraan
masyarakat bukan lagi kepada masalah produksi.
Terdapat 3 macam tujuan masyarakat atau negara yaitu:
1. Memperbesar kekuasaan dan
pengaruh ke luar negeri dan kecenderungan ini bisa berakhir pada penjajahan
terhadap bangsa lain.
2. Menciptakan negara
kesejahteraan dengan cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang
lebih merata melalui sistem pajak yang progresif
3. Meningkatkan konsumsi
masyarakat melebihi kebutuhan pokok yang meliputi pula barang yang tahan lama
dan barang mewah.
Selain itu juga, investasi untuk menigkatkan produksi tidak
lagi menjadi tujuan yang utama. Pembangunan sudah merupakan sebuah proses yang
berkesinambugan yang bias menopang kemajuan secara terus-menerus. Pada masa ini
rostow juga berbicara tentang keperluan akan adanya sekelompok wiraswastawan
yakni orang-orang yang berani melakukan tindakan pembaharuan meskipun ada
resiko. Terdapat dua kondisi social yang menyebabkan lahirnya para
wiraswastawan ini, yaitu :
1.
Adanya masyarakat modern yang ingin
mencapai kekuasaan melalui cara-cra konvensional. Tetapi masyarakat tradisional
tidak memberikan hak kepada masyarakat modern karena masyarakat tradisional itu
premitif.
2.
Masyarakat tradisional cukup fleksibel
atau memberikan kebebasan kepada warganya untuk mencari kekayaan atau kekuasaan
politik untuk menaikkan statusnya ditengah-tengah masyarakat.
Kelompok ini lah yang akan menjadi tenaga pendorong untuk
melakukan pembaharuan, melupakan kelompok yang, memiliki semangat tinggi karena
tatanan social politik tidak mengekang dirinya.
Contoh
:
Pengguna sepeda motor yang jumlahnya lebih banyak
dibandingkan mobil, setiap kenaikan satu juta kiloliter berarti menambah
subsidi Rp1,9 triliun. Karena itu, pemerintah akan mengarahkan kebijakan
penghematan subsidi BBM bagi pengendara sepeda motor.
Penerapan
Keseluruhan Teori W.W Rostow :
Di
Indonesia teori Rostow pada masa Soeharto dilaksanakan sebagai landasan
pembangunan jangka panjang Indonesia yang ditetapkan secara berkala untuk waktu
5 tahunan , yang terkenal dengan pembangunan 5 tahun ,dengan demikian
implementasi teori Rostow berdasarkan 5 tahap teori Rostow yaitu ; masyarakat
tradisional -> Prakondisi tinggal landas -> masyarakat tinggal landas
-> menuju kedewasaan -> High konsumsi. Maka soeharto mengaplikasikan agar
pembangunan merata dengan menerapkan 5 tahap pembangunan Teori W.W
Rostow.
Keunggulan Teori Rostow
1. Memberikan kejelasan
tahapan-tahapan pencapaian kemajuan yang meliputi : 1) masyarakat tradisional,
2) masyarakat pra kondisi tinggal landas, 3) masyarakat tinggal landas, 4)
masyarakat kematangan pertumbuhan dan 5) masyarakat dengan konsumsi biaya
tinggi. Tahapan tersebut memberikan tawaran secara terperinci pada pengambil
kebijakan di sebuah Negara tentang tahapah dan prasyarat dari pencapaian
tahapan yang harus dilalui untuk menjadikan sebuah Negara menjadi lebih maju.
Kejelasan teori yang disampaikan oleh Rostow itulah yang melatarbelakangi
banyak Negara berkembang menerapkan teori ini dalam pembangunan mereka.
2. Petunjuk jelas yang
disampaikan oleh Rostow tentang cara praktis dalam memperoleh sumberdaya modal
untuk mencapai tingkat investasi produktif yang tinggi. Cara tersebut disajikan
dalam berbagai alternatif yaitu:
a)
Dana investasi dari pajak yang tinggi
b)
Dana invesatasi dari pasar uang atau pasar modal
c)
Melalui perdagangan internasional
d)
Investasi langsung modal asing
Kelemahan teori Rostow
Adapun kelemahan teori rostow adalah sebagai berikut:
1. Sering terjadi pertumbuhan
ekonomi yang semu tidak seperti yang diharapkan oleh teori ekonomi ini. Hal
tersebut dikarenakan pertumbuhan ekonomi tertutupi oleh pertumbuhan penduduk
akibat penurunan angka kematian. Akibat lanjutannya adalah sebuah Negara menjadi
sulit untuk berkembang dan melalui tahap tinggal landas.
2. Dengan dasar teori ini,
seringkali Negara harus melakukan mobilisasi seluruh kemampuan modal dan sumber
daya alamnya sehingga mencapai tingkat investasi produktif sebesar 10% dari
pendapatan nasionalnya. Efek dari teori itu adalah terjadi eksploitasi
besar-besaran terhadap sumber alam dan bahan-bahan mentah, tanpa
mempertimbangkan kelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan di masa yang
akan dating. Kerusakan alam justru berakibat pada penurunan ekonomi masyarakat
tradisional, penurunan kesehatan, merebaknya penyakit, kerawanan sosial, dsb.
3. Negara yang menerapkan
teori ini seringkali memperoleh sumberdaya modal dari investasi langsung modal
asing yang ditanamkan pada bidang pembangunan prasarana, pembukaan tambang, dan
struktur produktif yang lain. Investasi ini biasanya dalam bentuk pinjaman,
baik dari Negara, kreditor, maupun dari lembaga-lembaga internasional seperti
bank dunia, IMF atau dari MNC (Multi Natioanl Corporation). Pinjaman juga
sering diberikan pada pemerintah Negara berkembang untuk mendanai proyek-proyek
pembangunan. Dari pola itu terlihat terdapat ketidak seimbangan posisi karena
Negara berkembang tersebut berposisi sebagai debitor, sedangkan Negara asing
atau lembaga asing adalah kreditor. Negara berkembang selanjutnya sering
ditekan sehingga yang tampak, pemerintah Negara berkembang tersebut tidak lebih
hanyalah tangan kanan dari Negara asing atau lembaga asing yang ingin
mensukseskan agenda-agenda politik maupun ekonominya di Negara yang sedang
berkembang. Negara berkembang juga seringkali terjerat utang dan sulit untuk
menyelesaikan persoalan utang sehingga menjadikan mereka sulit menuju kemajuan
yang diharapkan.
4. Tahap tinggal landas merupakan tahap yang sangat
kritis. Dalam teori yang disampaikan oleh Rostow, justru tidak memberikan
penekanan pada bagaimana mengatasi problematika yang kritis dalam tahap tinggal
landas. Rostow tidak memberikan pembahasan yang mendalam bagaimana cara
mengatasi efek negatif dari sebuah pertumbuhan ekonomi yang dipercepat, seperti
misalnya efek kesenjangan sosial, distabilitas sosial dan distabilitas politik
yang seringkali justru berakibat pada kehancuran yang mendalam seperti yang
misalnya terjadi di Indonesia.
Menurut
W.W. Rostow, proses pembangunan dikatakan berhasil apabila masyarakat telah
a.
berhasil memproduksi kebutuhannya
sendiri
b.
memasuki tahapan lepas landas
c.
memiliki tingkat konsumsi
tinggi
d.
memasuki tahap kedewasaan ekonomi
e.
melakukan perdagangan lintas Negara
Daftar
Pustaka :
Budiman,
Arif. 2000. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta : Gramedia pustaka
Utama.
Fakih,
Mansour. 2001. Sesat Pikir Teori Pembangunan dan Globalisasi.
Yogyakarta: Insist Press
Http://
teori-pembangunan-ww-rostow.html.
kafeilmu.co.cc/tema/5-tahap-teori-pembangunan-rostow.html
http:/wordpress.com/.../teori-tahap-tahap-pertumbuhan-walt-whitman-rostow/
http:// menurut+teori+rostow&aq=f&aqi=&aql=&oq=&fp=6709ba7af3321efd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar